Jumat, 22 Juli 2011

Emas Kembali Naik ke $ 1.601 per Ounce

INILAH.COM, San Francisco - Emas berjangka ditutup menguat pada Sabtu (23/7) dinihari tadi, setelah datang kekhawatiran baru tentang batas atas utang AS.

Emas untuk pengiriman Agustus naik US$14,50, atau 0,9%, ke level US$ 1.601,50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Kontrak tersebut sempat mencapai level intraday tertinggi di US$ 1.607.70 per ounce. Emas pada Senin kemarin mencatatkan rekor nominal sebesar US$ 1.602,50 per ounce.

Menyesuaikan dengan inflasi, emas harus berada di US$ 2.400 per ounce, untuk menggantikan level rekor pada Januari 1980 sebesar US$ 850 per ounce.

Tiga hari beruturut-turut sebelumnya terjadi koreksi untuk logam, akibat tekanan di tengah pelemahan dolar dan rencana untuk resolusi utang zona Euro yang mengurangi daya tarik logam sebagai aset investasi aman.

“Sekarang, semua mata tertuju pada negosiasi batas atas utang AS," kata James Steel, analis emas di HSBC New York.

Di Washington, MPR AS menolak RUU yang diajukan DPR, yang akan menaikkan plafon utang AS, digabungkan dengan pemangkasan belanja tajam dan amandemen anggaran berimbang.

Pemerintahan Obama telah mengatakan batas atas utang sebesar US$ 14,3 triliun perlu dinaikkan pada 2 Agustus atau pemerintah akan gagal menjalankan kewajibannya.

Menteri Keuangan Timothy Geithner, Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, dan Ketua The Fed New York William Dudley bertemu untuk membahas implikasi bagi perekonomian AS, jika Kongres gagal menaikkan plafon utang.

Seorang juru bicara Kementrian Keuangan mengatakan bahwa pemerintah tetap yakin parlemen akan menetapkan undang-undang untuk meningkatkan plafon utang.

Daya tarik emas telah redup, setelah pemimpin Eropa sepakat memberi bailout kedua untuk Yunani dan memasukkan dalam penempatan yang dirancang untuk mencegah penyebaran masalah utang.

Tapi emas masih diuntungkan dari timbulnya keraguan atas keberhasilan rencana.

“Krisis utang Eropa belum berakhir. Sebagai contoh, negara-negara kecil zona euro yang saat ini dipandang sebagai kritis harus mendapatkan pendanaan dalam bulan dan tahun mendatang di pasar modal, yang dapat mengakibatkan ketidakpastian lebih lanjut, "kata analis di Commerzbank dalam catatan kepada klien.

“Para pemimpin Eropa mungkin telah mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah utang jangka pendek, tapi eksekusi rencana itu akan dimonitor," kata Steel dari HSBC.

Kebanyakan logam berjangka diperdagangkan menguat. Perak September rally US$ 1,18, atau 3%, ke level US$ 40,12 per ounce. Tembaga untuk pengiriman September naik 3 sen, atau 0,6% menjadi US$ 4,41 per pon. Platinum Oktober naik US$ 10,60, atau 0,6%, menjadi US$ 1.798,40 per ounce, sedangkan paladium September turun US$ 2,60, atau 0,3%, menjadi US$ 806,40 per ounce. [ast]

Sumber :
inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar