"Saya tidak yakin, orang-orang yang memilih untuk pensiun dan menghabiskan waktu bepergian dan pelesiran dengan kapal pesiar, akan segembira yang mereka pikir. Akan ada banyak polesan. Sementara Anda berkonsentrasi pada kegiatan yang berarti, mereka dapat menimbulkan masalah seperti lainnya. "
INILAH.COM, Jakarta - George Soros kemarin diberitakan menutup dananya untuk investor luar. Pensiun ini tampaknya merupakan titik balik dari pemodal miliarder, yang usianya tidak bisa dikatakan muda lagi.
Dalam surat pemberitahuannya kepada kliennya di seluruh dunia, perusahaan Soros mengatakan hanya akan mengelola dana investasi milik keluarga di dalam negeri. Ini berarti, ia akan mengembalikan seluruh dana investor yang jumlahnya mencapai US$1 miliar.
Selain itu juga disebutkan, bahwa penyebab berhentinya usaha Soros adalah karena regulasi baru pemerintah AS yang dinamakan peraturan Dodd-Frank.
Dengan peraturan ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS memiliki wewenang memaksa para pengelola investasi asing dengan aset lebih dari US$150 juta (sekitar Rp1,2 triliun) untuk memberikan data mengenai perusahaan mereka, seperti jumlah dan kepemilikan dana, tipe klien, pegawai, aktivitas konsultasi hingga konflik kepentingan yang potensi muncul.
Sementara Soros akhirnya bisa mempersiapkan diri untuk melepas dokumen kerjanya, masih ada tiga miliarder senior di luar sana yang tampaknya memiliki setiap niat untuk mati dengan pekerjaan mereka, yakni investor Warren Buffett, Formula 1 supremo Bernie Ecclestone, dan raja media Rupert Murdoch.
Dengan kebetulan yang luar biasa, keempat pria tersebut ternyata tidak hanya memiliki semangat tak terpadamkan untuk bekerja, tetapi juga memiliki umur yang sama, yakni 80 tahun, dengan tanggal lahir yang hanya berselang beberapa bulan. Mereka ini kerap disebut Silver Foxes, yakni para pria yang menarik dan energik meski di usia tua.
Lalu, apa yang memicu mereka tidak menjadi seperti multijutawan lain, yang menetap dan mulai menghabiskan kekayaan mereka? Lebih tepatnya, kenapa mereka tidak bisa ini menyerahkan pekerjaan kepada generasi baru dan menikmati hidup?
Mereka tampaknya hanya tertarik pada pendapatan berikutnya, kesepakatan berikutnya dan kemenangan berikutnya. Bahkan, mereka tidak hanya mencari, tapi juga rindu akan tantangan berikutnya.
Skandal penyadapan telepon terakhir di News Corp mungkin menjadi hari paling menakjubkan untuk kehidupan Rupert Murdoch, tetapi juga sebagai seruan nyaring untuk kuda perang tua. Murdoch menegaskan bahwa ia "orang terbaik untuk membereskan masalah ini."
Begitu pula dengan Ecclestone, yang kini memiliki semua wolfpack nipping Formula 1 Wolfpack, tampaknya menikmati prospek drama pertempuran berikutnya.
Pierre van Goethem, wakil presiden dan penasihat keuangan UBS di Manhattan, yang juga salah seorang Silver Foxes mengatakan, beberapa orang adalah makhluk perusahaan, “Mereka hanya bermimpi untuk pensiun dengan kaya, sedangkan lainnya adalah profesional, yang bekerja karena gairah.” Demikian dilansir dari The Daily Beast.
Goethem telah bekerja di Wall Street selama 37 tahun, dan mulai aktivitasnya pukul 7.45 pagi, dan tidak pernah mengambil hari libur. Padahal usianya adalah 82 tahun.
"Banyak orang merasa terkungkung dengan kebosanan dan tidak nyaman dengan hidup, sehingga mereka menempatkan dirinya dalam posisi yang menyenangkan," kata van Goethem, yang tidak memiliki anak dan menjadi duda tahun lalu, setelah 40 tahun menikah.
"Bagi mereka, itu adalah satu-satunya cara mencapai tujuan. Bagi para manajer di Coca-Cola, Coke tidak pernah menjadi semangat. Mereka ingin membuat uang dan bermain golf. Mereka jauh dari apa yang saya sebut profesional, yang bergairah dengan apa yang mereka lakukan."
"Saya menikmati pekerjaan saya, dan jika pensiun, saya tidak tahu apa yang akan dilakukan. Saya selalu membenci gagasan hobi. Saya pikir itu tidak masuk akal."
Van Goethem bekerja lima hari dalam sepekan, dan meskipun telah bepergian, tidak memiliki keinginan untuk meninggalkan Manhattan lagi.
"Saya memiliki keseimbangan di Manhattan antara pekerjaan dan kehidupan sosial saya," katanya. "Saya bangun pagi-pagi, yang memungkinkan saya menelepon orang setelah makan siang di Eropa. Sekitar pukul 2:30 atau 3 sore, saya lelah dan pulang untuk tidur siang, kemudian saya akan siap lagi untuk apa pun."
"Saya tidak yakin, orang-orang yang memilih untuk pensiun dan menghabiskan waktu bepergian dan pelesiran dengan kapal pesiar, akan segembira yang mereka pikir. Akan ada banyak polesan. Sementara Anda berkonsentrasi pada kegiatan yang berarti, mereka dapat menimbulkan masalah seperti lainnya. "
Untuk para profesional, pekerjaan merupakan tujuan utama dalam hidup mereka. Misalkan Rupert Murdoch, yang hidupnya adalah untuk media, bukan lainnya. “Orang-orang seperti Murdoch tidak bisa melakukan hal lain selain bekerja. Tidak mungkin. " [mdr]
sumber :
www.inilah.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar